Jualan Gantungan Rajut

Alhamdulillah,
sudah 1 tahun, khasrajut jualan gantungan rajut secara langsung, display di pasar mingguan atau ikutan bazar UMKM.

Model rajutan yang dibawa setiap display selalu sama, sesekali ada model baru, biar ngak itu-itu saja.

Pembelinya sebagian besar adalah perempuan, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua.
"...lucu, gemes...", ungkapan yang seringkali terlontar saat pertama melihat.

Bisa dipakai sendiri. Kalau kebetulan ada yang lewat depan lapak, lihat gantungan rajut kita dipakai di tas, ... senang lihatnya.

Bisa sebagai hadiah, pembeli biasanya anak-anak yang diajarkan orang tuanya untuk berbagi ke temannya. Atau pembeli dewasa, untuk anak, keponakan, atau cucu.

Meski tidak banyak, ada juga yang membeli untuk dijual lagi, umumnya kelompok dewasa, biasanya minta nego harga atau diskon.

Peralatan untuk jualannya sederhana saja, pakai tenda payung, meja lipat, kursi, taplak, rak/ram gantung, info harga, acrilic QRIS, dan plastik keresek. Nampaknya perlu ada banner untuk media informasi atau promosi, hanya saja, khasrajut, selama ini masih display tanpa banner.

Penataan rajutan yang dijual pun simpel, cukup diletakkan di meja, disusun sesuai model (buah, sayur, bunga, tanaman, makanan). Sesekali (tapi seringnya tidak) pakai rak/ram gantungan yang diletakkan di meja.

display khasrajut

Ada kelebihannya kalau pakai rak/ram, untuk menarik perhatian konsumen, dari kejauhan orang bisa tahu itu lapak yang jualan aksesoris.

Rajutan yang ditata dimeja selalu dalam keadaan dikemas, jualannya lebih nyaman, rajutan tetap bersih meski dipegang-pegang calon pembeli. Kemasannya pakai plastik OPP 40 mikron, seal lem, 8x12 cm. Rajutan digantung tali rami di kertas BC yg diberi label khasrajut.

khasrajut

Info harga tersedia dekat meja. Pentingkah? Sepertinya iya, yang melewati lapak, melirik, tertarik, saat tahu harganya, boleh jadi lebih cepat mempertimbangkan buat beli.

Awalnya pembayaran hanya bisa tunai, tapi banyak yang tanya "apa bisa pakai QRIS". Setelah disediakan (Agustus 2025), pembayaran jadi lebih mudah.

Lantas bagaimana dengan produksi dan pencapaiannya.

Duh, maaf, kali ini tidak ingin cerita itu, bisa rutin jualan tiap minggu, lantas ada yang minat lihat rajutan kita saja sudah jadi penyemangat buat produksi dan jualan.

Ketemu, ngobrol-ngobrol sesama pedagang/pelaku UMKM, jadi cerita lainnya yang menyenangkan. Ada serunya juga, manakala saat jualan, turun hujan, cepat-cepat beresin barang, berharap segera reda.

Jadi, sudah seharusnya, catatan ini ditutup dengan

Alhamdulillah.